Diare dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, makanan yang terkontaminasi, atau gangguan pencernaan lainnya. Berikut beberapa obat yang umum digunakan:
Oralit (Larutan Rehidrasi Oral)
Menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare.
Tersedia dalam bentuk serbuk yang dilarutkan dalam air.
Loperamide
Mengurangi frekuensi buang air besar dengan memperlambat gerakan usus.
Digunakan untuk diare non-infeksius (tanpa demam atau darah dalam feses).
Attapulgite
Menyerap racun dan bakteri penyebab diare di usus.
Mengurangi keparahan diare tanpa menghambat gerakan usus.
Kaopectate (Kaolin-Pektin)
Membantu melapisi dinding usus untuk meredakan iritasi akibat diare.
Racecadotril
Mengurangi sekresi air dan elektrolit dalam usus, efektif untuk diare akut.
Simethicone
Mengurangi gelembung gas di perut, mengatasi perut kembung dan masuk angin.
Tersedia dalam bentuk tablet kunyah dan sirup.
Antasida (Aluminium Hidroksida, Magnesium Hidroksida, Kalsium Karbonat)
Menetralkan asam lambung berlebih untuk meredakan nyeri maag dan gangguan pencernaan.
Domperidone
Membantu mengatasi mual dan muntah akibat gangguan pencernaan.
Mempercepat pengosongan lambung.
Metoclopramide
Digunakan untuk mual, muntah, dan masalah motilitas lambung.
Ranitidine (sudah jarang digunakan) & Famotidine
Mengurangi produksi asam lambung, digunakan untuk GERD dan maag.
Omeprazole, Lansoprazole, Esomeprazole (PPI - Proton Pump Inhibitor)
Menghambat produksi asam lambung untuk mengatasi tukak lambung dan GERD.
Sukralfat
Melapisi dinding lambung untuk melindungi dari iritasi akibat asam lambung.
Membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus, mengatasi diare akibat antibiotik, dan meningkatkan kesehatan pencernaan.
Contoh: Lactobacillus, Bifidobacterium, Saccharomyces boulardii.
Penting untuk memilih obat sesuai penyebab diare atau gangguan pencernaan dan berkonsultasi dengan tenaga medis jika gejala berlanjut atau memburuk.