Obat Kulit & Infeksi Jamur
Infeksi jamur pada kulit bisa terjadi akibat kelembapan berlebih, sistem kekebalan tubuh yang lemah, atau kontak dengan jamur penyebab penyakit. Berikut beberapa jenis obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit:
Obat ini digunakan langsung pada kulit yang terinfeksi dan biasanya berbentuk krim, salep, gel, atau lotion.
Contoh:
Klotrimazol (untuk kurap, panu, kandidiasis kulit).
Mikonazol (untuk infeksi jamur kulit dan vagina).
Ketokonazol (untuk panu, dermatitis seboroik, dan ketombe).
Terbinafine (untuk kurap, kutu air, dan infeksi jamur kuku).
Manfaat:
Menghambat pertumbuhan jamur penyebab infeksi.
Mengurangi rasa gatal dan peradangan pada kulit.
Aman untuk penggunaan jangka pendek sesuai anjuran dokter.
Digunakan untuk infeksi jamur yang lebih parah atau tidak merespons pengobatan topikal.
Contoh:
Flukonazol (untuk kandidiasis mulut, infeksi jamur vagina, dan sistemik).
Itrakonazol (untuk infeksi jamur pada kuku dan kulit).
Terbinafine (untuk infeksi jamur kuku dan kulit yang kronis).
Manfaat:
Mengatasi infeksi jamur yang sudah menyebar luas.
Digunakan untuk kasus infeksi jamur yang sulit diobati dengan krim.
Memiliki efek sistemik yang lebih kuat dibanding obat oles.
Beberapa obat mengandung kombinasi antijamur dan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dan gatal yang parah.
Contoh:
Mikonazol + Hidrokortison
Klotrimazol + Betametason
Manfaat:
Mengurangi peradangan dan gatal akibat infeksi jamur.
Membantu meredakan iritasi yang muncul akibat infeksi kulit.
Digunakan untuk membantu menjaga kebersihan area yang terinfeksi agar jamur tidak berkembang lebih lanjut.
Contoh:
Bedak miconazole (mengurangi kelembapan dan mencegah jamur).
Larutan povidone-iodine (antiseptik untuk membersihkan luka akibat jamur).
Manfaat:
Mencegah penyebaran infeksi ke area kulit lainnya.
Mengurangi kelembapan yang menjadi faktor utama pertumbuhan jamur.
Pengobatan infeksi jamur tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi infeksi. Infeksi ringan dapat diatasi dengan obat topikal, sementara kasus yang lebih serius mungkin memerlukan obat oral. Selalu gunakan obat sesuai anjuran dokter untuk menghindari resistensi jamur dan efek samping.