Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah berada di atas batas normal, yaitu 130/80 mmHg atau lebih. Jika tidak ditangani, hipertensi dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Berikut adalah jenis-jenis obat yang digunakan untuk mengontrol tekanan darah tinggi.
Diuretik membantu ginjal membuang kelebihan garam dan cairan dalam tubuh, sehingga volume darah berkurang dan tekanan darah menurun.
Contoh Obat:
Hydrochlorothiazide (HCTZ)
Furosemide
Spironolactone
Indapamide
Manfaat:
Mengurangi tekanan darah tinggi.
Mengurangi pembengkakan akibat gagal jantung atau penyakit ginjal.
Beta-blocker bekerja dengan memperlambat detak jantung dan mengurangi tekanan darah dengan cara menghambat hormon adrenalin.
Contoh Obat:
Atenolol
Metoprolol
Bisoprolol
Propranolol
Manfaat:
Mengurangi tekanan darah dan risiko serangan jantung.
Menstabilkan detak jantung yang tidak teratur (aritmia).
Obat ini menghambat enzim Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Dengan demikian, tekanan darah menurun.
Contoh Obat:
Captopril
Lisinopril
Enalapril
Ramipril
Manfaat:
Menurunkan tekanan darah.
Mencegah gagal jantung setelah serangan jantung.
Mengurangi risiko komplikasi ginjal pada pasien diabetes.
ARB bekerja dengan cara yang mirip dengan ACE Inhibitor tetapi tanpa menyebabkan efek samping batuk kering.
Contoh Obat:
Losartan
Valsartan
Candesartan
Telmisartan
Manfaat:
Menurunkan tekanan darah.
Melindungi ginjal, terutama pada penderita diabetes.
Obat ini bekerja dengan menghambat masuknya kalsium ke dalam sel otot pembuluh darah, sehingga pembuluh darah menjadi lebih rileks dan melebar.
Contoh Obat:
Amlodipine
Nifedipine
Diltiazem
Verapamil
Manfaat:
Menurunkan tekanan darah tinggi.
Mengobati angina (nyeri dada akibat jantung).
Alpha-blocker bekerja dengan mengendurkan otot di pembuluh darah, sehingga darah mengalir lebih lancar dan tekanan darah menurun.
Contoh Obat:
Doxazosin
Prazosin
Terazosin
Manfaat:
Menurunkan tekanan darah, terutama pada penderita hipertensi yang juga mengalami pembesaran prostat (BPH).
Obat ini bekerja langsung pada dinding pembuluh darah agar lebih rileks dan melebar.
Contoh Obat:
Hydralazine
Minoxidil
Manfaat:
Digunakan untuk hipertensi berat yang tidak dapat dikendalikan dengan obat lain.
Obat hipertensi memiliki berbagai mekanisme kerja, mulai dari mengurangi volume darah, memperlambat detak jantung, hingga melebarkan pembuluh darah. Pemilihan obat tergantung pada kondisi pasien dan faktor risiko yang dimiliki. Penggunaan obat hipertensi harus sesuai resep dokter untuk menghindari efek samping dan komplikasi.